Pindah Yuk! (Dari Pondok Mertua Indah)


      

       Dirumah itu banyak ditemukan pengalaman.
       Dirumah itu banyak dijumpai hal baru.
       Dirumah itu banyak yang tidak kerasan.
       Mau Pindah? Mungkin tips ini membantu.





1. Bertahan Sementara.
       Cabut dari rumah mertua tidak semudah membalik telapak tangan, bahkan bagi pasangan yang mapan ekonominya sekalipun. Masalah utamanya bukan uang, tapi kesiapan mental sejoli yang baru menikah ini. Banyak keluarga baru memutuskan untuk segera membuat rumah dan pindah, bahkan rumah sudah dibuat sebelum menikah, tapi akhirnya rumah dibiarkan terbengkalai karena keseringan pulang kerumah mertua. Siapapun yang mengajak "berkunjung" kerumah mertua, tetap saja salah satunya adalah menantu. Bagi pasangan yang berstatsus anak, tentu nyaman saja, tapi bagi menantu? Nyamankah?
        Bila kita adalah menantu, yang harus kita lakukan adalah bertahan sementara, karena kadang pasangan kita memang belum siap untuk seratus persen angkat kaki dari situ. Tekanan kita kepada pasangan untuk segera pergi dari rumah mertua, bisa menambah stres dan menimbulkan masalah baru. Lebih konyol lagi kalau kitapun "rajin" pula bertandang kerumah orang tua kita. 
       Bicarakan dengan santai kepada pasangan dan sementara nikmatilah suasananya. Biasanya pasangan baru akan benar-benar siap berpisah dari orang tua mereka sekitar satu tahun perkawinan. Selama itu masih mondar-mandir kerumah orang tua salah satunya.

2. Mau Pindah Kemana?
       Alasan terbanyak untuk tinggal dirumah mertua adalah: belum punya rumah sendiri. Berfikirlah untuk mencari solusi perlahan-lahan namun pasti. Solusi jangka pendek adalah mengontrak, sedang solusi jangka panjangnya adalah membuat rumah sendiri atau kredit perumahan bila pekerjaan anda mapan. Solusi daruratnya adalah tinggal diasrama tempat anda bekerja bila ada, juga bisa sementara menumpang dirumah saudara yang cukup mampu. Sedang solusi yang luas adalah ikut program transmigrasi. 

3. Berapa Mahal Membuat Rumah?
       Yang pasti mahal banget. Maka dari itu fokuslah untuk mengumpulkan rupiyah demi rupiyah untuk membangun rumah impian anda. Kita akan bisa fokus mencari uang bila kita bersedia "mengabaikan" masalah-masalah kecil di rumah mertua, sehingga fikiran dan perasaan kita tidak terkuras untuk "menanggapi" tetek-bengek kelakuan anggota keluarga di rumah mertua.
        Diperkotaan biasanya biaya membuat rumah sederhana biasanya berkisar 500 jutaan, sedang di pinggiran kota bisa dibangun dengan dana 350 jutaan. Lebih murah lagi bila di pedesaan, cukup sekitar 250 jutaan saja. Dengan catatan, belum termasuk tanah.

4. Dari Mana Sumber Dananya?
       Banyak sekali, salah satunya dari tabungan anda selama ini sebelum berumah tangga, juga dari hasil pekerjaan anda. Biasanya selama tinggal dirumah mertua, kita lebih diringankan dengan dibantunya urusan makan. Maka jangan sia-siakan kesempatan ini untuk menabung. Beberapa "kado" dan sumbangan handai taulan saat kita menikah juga bisa dijadikan cadangan dana. 
       Bila kita cukup yakin untuk mengajukan kredit, ajukanlah kredit dengan agunan yang anda miliki, seperti kendaraan, SK pekerjaan dan sebagainya. Yang perlu diingat adalah ajukan kredit saat rumah anda sudah 70% dibangun. Karena anda akan dipusingkan dengan angsuran bulanan bila berhutang sejak awal. Masalahnya adalah, uang pinjaman belum tentu cukup untuk membuat rumah sampai jadi, sehingga saat  pembangunan rumah sedang tanggung-tanggungnya, kita sudah kehabisan nafas karena beban angsuran. Berpahit diawal, bermanis belakangan. Modal sendiri diawal, kredit kemudian.

5. Bagaimana Kalau Tidak Punya Cukup Uang Dan Tidak Punya Tanah?
       Datanglah ke Kantor Desa atau Balai Kota dan bicaralah dengan Mereka yang ada disana. Karena biasanya negara punya program yang terjangkau untuk masalah tempat tinggal. Bahkan ada program rumah sederhana gratis, atau transmigrasi.
       Ada sebagian orang tua yang memberikan "bagian" tanah kepada anaknya untuk tempat tinggal. Berusahalah membangun disana, memang masih kurang nyaman karena berdekatan, namun bersabarlah. bila kelak ada kelonggaran anda bisa pindah kerumah dan tanah anda sendiri. Bahan bangunan yang tersisa dari beberapa orang saudara juga bisa menjadi alternatif yang ringan untuk dimanfaatkan. Biasanya harganya miring karena cuma bahan sisa membuat rumah mereka dulu. Seperti kayu, batu bata dan beberapa batang besi cor.
       Beberapa orang juga membongkar rumah mereka untuk direnovasi, maka temuilah mereka dan lihatlah siapa tahu masih ada beberapa kusen pintu dan jendela yang masih bagus, beberapa bilah papan risplang dan setumpuk kayu sisa yang bisa digunakan untuk mal pondasi. Lumayan dari pada beli kayu baru yang mahal. Bila anda bisa mengerjakan sendiri, bangunlah sendiri. Atur waktunya dengan tepat, pagi setelah subuh sampai menjelang bekerja, dan sore sampai malam semampu kita.
 
6. Jangan Tunggu Sampai Sempurna.
       Bila rumah anda sudah tegak payung dan seluruh kebutuhan primer sudah tersedia, seperti air dan listrik. Segeralah pindah kesana. Niat kuat hanya akan terwujud bila kita "dipaksa" keadaan. Lantai masih kasar, dinding belum diplester, dan daun pintu belum dicat bisa jadi motivator yang mengagumkan. Ini perlu anda lakukan bila memang sudah terlalu lama dan tidak tahan dirumah mertua. Apapun keadaan rumah anda, selama bisa digunakan untuk tempat berlindung dan hidup dengan kekasih hati, akan terasa lebih nyaman dan bebas. Langkah kita yang berani pindah saat rumah belum sepenuhnya jadi, akan menggugah kesadaran banyak pihak dari keluarga kita untuk membantu menyelesaikan rumah kita. Itu akan terjadi bila selama tinggal di rumah mertua, kita tidak jadi biang kerok. Maka Berbaik-baiklah dengan mereka.

7.  Rumahku Tidak Seperti Yang Ku Mau.
       Orang sering gagal membuat rumah dan selalu tertunda karena tinggi angan-angan. Jauh hari sebelum membuat rumah orang sering mereka-reka besok kamar mandi disini, taman disana, pagar begini, kamarnya begitu. Akhirnya lelah dan kehabisan semangat karena angan-angan. Pada dasarnya rumah hanyalah tempat berlindung dari cuaca, tempat domisili, dan tempat berlindung bagi keluarga, maka singkirkan seluruh ide yang mementingkan prestise, kemewahan, keluasan dan segudang kemewahan lain, kecuali anda orang berduit.. Pikirkan yang perlu lalu mulailah membangun. Bila kelak ada dana, kita bisa membuat rumah yang baru atau merenovasinya.
       Rata-rata rumah sederhana memiliki dua kamar, dapur, ruang tamu dan satu kamar mandi. Ukurannya beragam mulai dari 5x8m, 6x10m sampai 10x12m. Bila lebih dari ukuran itu berarti  bukan rumah sederhana lagi.

8. Jangan Jadikan Rumah Mertua Sebagai Model.
       Alasan ini tidak semata-mata dilihat dari segi keuangan, karena bila alasan anda pindah dari rumah mertua adalah karena "tidak tahan", maka bentuk rumah yang serupa dengan rumah mertua akan membuat anda terkenang masa sulit itu. Lagi pula wajar kalau rumah mertua lebih besar karena dia lebih mapan ekonominya. Jangan pula membangun rumah karena niat ingin bersaing dengan "rival" anda. Niat yang salah akan membuat kehidupan anda semakin tersiksa kemudian hari. Pastikan rumahku adalah surgaku dengan niat yang lurus.
       Bila kita terispirasi tentang membuat rumah yang berbahan alternatif dan murah, tak ada salahnya mencoba. Toh itu rumah anda, semau anda jadinya bagaimana.

9. Berkunjung Kepada Mereka Yang Membantu Anda.
       Setelah anda menempati rumah baru, jangan lupa untuk berkunjung kepada seluruh mereka yang berjasa membantu pembangunan rumah anda. Ini mulia dan secara tidak langsung, menjadi "modal" untuk hidup anda selanjutnya. Rumah mewah dan berfasilitas lengkap tidak serta merta membuat anda terlepas sengsara dan bahagia. Masih ada kemungkinan anda akan semakin sengsara disana. Maka teruslah berbuat baik.

Semoga anda berhasil membangun rumah impian dan pindah dari Pondok Mertua Indah. Berharaplah yang terbaik.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dikunjungi

Protected by Copyscape Plagiarism Check
MyFreeCopyright.com Registered & Protectedfor copyright
Animated Cool Shiny Blue Pointer
Diberdayakan oleh Blogger.

Key Word

Translate

Best Regard

Daftar Blog Saya